• SMK NEGERI 4 METRO
  • Menjadikan Hidup Lebih Baik

Tari Sigeh Pengunten "kearifan lokal Budaya Lampung"

Tari Sigeh Penguten merupakan salah satu tari kreasi baru dari daerah Lampung. Awalnya tari ini bernama tari Melinting dan tari Sembah, namun baik tari Melinting maupun tari Sembah telah dikukuhkan namanya menjadi tari Sigeh Penguten. Tari Sigeh Penguten merupakan perpaduan budaya antara kedua suku Lampung yakni Pepadun dan Saibatin. Melalui Peraturan Daerah, tari Sigeh Penguten diresmikan sebagai tarian Lampung dalam penyambutan tamu penting. Tarian ini dipentaskan dalam setiap pembukaan acara baik formal maupun non formal. Tari Sigeh Penguten memiliki keunikan tersendiri yang terdapat pada gerak, iringan, tata rias dan busana.

Tari Sigeh Penguten memiliki makna yang terkandung didalamnya. Makna tersebut adalah makna gerak yang mengandung falsafah Melayu Piil Pesengiri, iringan sebagai persembahan, tata rias yang memiliki makna keceriaan dan busana yang mewakili kedua suku yakni Pepadun dan Saibatin. Selain itu properti yang digunakan dalam tari Sigeh Penguten yakni tepak memiliki makna tersendiri dalam penggunaannya. Tepak berisi sekapur sirih nantinya akan diberikan kepada salah satu tamu yang dianggap mewakili seluruh tamu. Hal ini sebagai ucapan selamat datang dan terima kasih dari tuan rumah kepada para tamu yang telah hadir dalam acara tersebut.

Proses lahirnya tari Sigeh Pengunten tak lepas dari realitas budaya Lampung yang ter-dikotomi (pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan) menjadi Pepadun dan Peminggir. Kedua adat yang memiliki kekhasan tersendiri sama-sama merasa paling layak merepresentasikan Lampung. Tari Sigeh Penguten merupakan sintesis (perpaduan atau campuran) dari dua identitas kebudayaan yang ada di Lampung. Tari ini menyerap gerak tarian baik dari adat Pepadun maupun adat Peminggir menjadi satu kesatuan yang harmonis dan dapat diterima masyarakat luas.

Salah satu ciri dalam tari Sigeh Penguten yang merupakan unsur asli dari tari sembah adalah aksesori yang dikenakan para penari. Sesuai namanya, aksesori utama yang digunakan adalah siger – mahkota berwarna emas yang telah menjadi identitas daerah Lampung. Aksesori lain yang digunakan pada jemari tangan penari Sigeh Penguten adalah tanggai, yaitu penutup jari berbentuk kerucut berwarna emas. Selain kedua aksesori tadi, penari Sigeh Penguten juga mengenakan papan jajar, gelang kano, gelang burung, kalung buah jukum, dan pending.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMKN 4 Metro tahun ajaran 2022/2023

Kota Metro - Meredanya pandemi Covid-19 di tahun ini memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah untuk melakukan kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah secara luring. Kegiatan mas

27/07/2022 09:54 - Oleh skunda putra - Dilihat 98 kali
Peringati Hardiknas, SMKN 4 Metro gelar Upacara Bendera dengan menggunakan pakaian daerah

Kota Metro - Pada hari Jumat, 13 Mei 2022 SMKN 4 Metro menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2 Mei 2022. Pelaksanaan dimulai pukul 08.00 WIB  s.d selesa

17/05/2022 08:05 - Oleh skunda putra - Dilihat 218 kali
Kembali ke Sekolah Pasca Idul Fitri

Kota Metro, siswa/siswi kelas X dan XI SMKN 4 Metro kembali melakukan rutinitas kegiatan belajar pasca libur Idul Fitri 1443 H/ 2022 M. Hal ini sesuai dengan surat edaran kepala dinas p

11/05/2022 07:59 - Oleh skunda putra - Dilihat 195 kali
SMKN 4 Metro Membudidayakan Ikan Koi Berkualitas

Metro - Sebagai sekolah pusat keunggulan dan sekolah pengampu perikanan se-Indonesia, SMKN 4 Metro membudidayakan ikan koi dengan kualitas unggul. Menurut Farid Pathurahman, M.Pd. selak

11/04/2022 08:32 - Oleh skunda putra - Dilihat 199 kali
SMKN 4 METRO Meraih Juara I Lomba Teknologi dan Inovasi Terapan BAPPEDA Kota Metro tahun 2022

Selamat Tri Sanjayani & Juli Ridho kelas XI ATP atas Juara I Lomba Teknologi dan Inovasi Terapan BAPPEDA Kota Metro tahun 2022   Pada kompetisi Lomba Teknolo

05/04/2022 08:50 - Oleh skunda putra - Dilihat 237 kali